Biologi Laut
Dosen Pengampuh : Ita Karlina, S.Pi, M.Si
LAPORAN
PRATIKUM
Identifiksi
Vegetasi Manggrove dan Biota Asosiasi
Oleh
:
Oky
Fernando Putra
130254241017
FAKULTAS ILMU KELAUTAN DAN PERIKANAN
UNIVERSITAS
MARITIM RAJA ALI HAJI
TANJUNGPINANG
2015
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Tumbuhan
manggrove adalah tumbuhan yang dapat beradaptasi dengan tingkat salinitas
perairan yang tinggi. Tumbuhan ini banyak di jumpai pada daerah pesisir pantai
yang masih di pengaruhi oleh pasang surutnya air laut. Tumbuhan manggrove yang
biasanya hidup di substrat berlumpur dapat semagai penghalang gelombang dan
pencegah terjadinya abrasi pantai oleh ombak. Tomlinson (1986) dan Wightman
(1989) mendefinisikan mangrove baik sebagai tumbuhan yang terdapat di daerah
pasang surut maupun sebagai komunitas. Mangrove juga didefinisikan sebagai
formasi tumbuhan daerah litoral yang khas di pantai daerah tropis dan sub
tropis yang terlindung (Saenger, dkk, 1983). Sementara itu Soerianegara (1987)
mendefinisikan hutan mangrove sebagai hutan yang terutama tumbuh pada tanah
lumpur aluvial di daerah pantai dan muara sungai yang dipengaruhi pasang surut
air laut, dan terdiri atas jenis-jenis pohon Aicennia, Sonneratia, Rhizophora,
Bruguiera, Ceriops, Lumnitzera, Excoecaria, Xylocarpus, Aegiceras, Scyphyphora
dan Nypa.
Beberapa
peneliti seperti Lanly (dalam Ogino & Chihara, 1988) menyebutkan bahwa luas
mangrove di seluruh dunia adalah sekitar 15 juta hektar, sedangkan Spalding,
dkk (1997) menyebutkan 18,1 juta hektar, bahkan Groombridge (1992) menyebutkan
19,9 juta hektar. Untuk kawasan Asia, luas mangrove diperkirakan antara 32 %
(Thurairaja, 1994) sampai 41.5% (Spalding, dkk, 1997) mangrove dunia. Sejauh ini di Indonesia tercatat setidaknya 202 jenis
tumbuhan mangrove, meliputi 89 jenis pohon, 5 jenis palma, 19 jenis pemanjat,
44 jenis herba tanah, 44 jenis epifit dan 1 jenis paku. Dari 202 jenis
tersebut, 43 jenis (diantaranya 33 jenis pohon dan beberapa jenis perdu)
ditemukan sebagai mangrove sejati (true mangrove), sementara jenis lain ditemukan
disekitar mangrove dan dikenal sebagai jenis mangrove ikutan (asociateasociate).
Sungai
Ladi merupakan salah satu wilayah yang ada di Kelurahan Kampung Bugis yang
terletak di Kecamatan Tanjungpinang Kota memiliki luas ekosistem mangrove
seluas1,599,9 Ha pada tahun 1989 dan mengalami penurunan sekitar 83,5% yaitu
sebesar 1337,4 Ha pada tahun 2009 (Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian,
Kehutanan dan Energi 2010). Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa
jumlah vegetasi mangrove di Kelurahan Kampung Bugis mengalami penurunan
sebanyak16,5% atau 262,5 Hadari total hutan mangrove sebelumnya.
Penurunan jumlah hutan
mangrove di Sungai Ladi tersebut di duga adanya berbagai aktifitas, diantaranya
: penambahan pemukiman penduduk, pelabuhan transportasi masyarakat setempat ( Susana1, Tengku Said Raza’i2, Winny Retna
Melani2, 2013)
Mangrove merupakan habitat bagi berbagai jenis satwa liar
seperti primata, reptilia dan burung. Selain sebagai tempat berlindung dan
mencari makan, mangrove juga merupakan tempat berkembang biak bagi burung air.
Bagi berbagai jenis ikan dan udang, perairan mangrove merupakan tempat ideal
sebagai daerah asuhan, tempat mencari makan dan
tempat
pembesaran anak.
Budiman (1985) mencatat sebanyak 91 jenis moluska hanya dari
satu tempat saja di Seram, Maluku. Jumlah tersebut termasuk 33 jenis yang
biasanya terdapat pada karang, akan tetapi juga sering mengunjungi daerah
mangrove. Beberapa dari 91 jenis kelompok moluska tersebut diketahui hidup di
dalam tanah, sementara yang lainnya ada yang hidup di permukaan dan ada pula
yang hidup menempel pada tumbuh-tumbuhan. Sedangkan di lokasi pratikum ini kami
mencatat biota moluska yang hidup di daerah manggrove tidak sebanyak yang
terdapat di maluku tersebut.
1.2 Tujuan
Untuk
melengkapi tugas pratikum mata kuliah biologi laut dan karena telah berkurangnya jenis manggrove
yang terdapat di kelurahan kampung bugis maka dirasa perlu di lakukan peelitian
vegetasi manggrove di kelurahan kampung bugis untuk mengetahui kondisi terkini.
1.3 Manfaat
Penelitian
Dalam
pratikum ini kita dapat mengidentifikasi jenis manggrove mulai dari akar, daun,
dan bunga, serta substrat pada kawasan ekosistem manggrove. Kita juga dapat
mengidentifikasi biota ekosistem manggrove di lokasi pratikum mengenai
makrozoobentos yang termasuk ke dalam kelompok moluska, echinodermata,
antropoda, krustasea, dan ikan laut.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Metodelogi
Penelitian
2.1.1
waktu dan tempat
pratikum
identifikasi vegetasi manggrove dan biota asosiasi ini di laksanakan pada 16
may 2015 bertempat di kelurahan Kampung Bugis kecamatan Tanjungpinang Kota
Kepulauan Riau
2.1.2
alat dan bahan
adapun alat dan
bahan dalam pratikum ini adalah :
·
kantong plastik ukuran 2
Kg
·
camera digital
·
buku catatan
·
alat tulis
·
sepatu but
·
parang
2.1.3
prosedur pratikum
untuk pratikum ini
digunakan metode pengumpulan sampel dan pengidentifikasian langsung dan secara
visual terhadap sampel yang di temukan.
Langkah
pengambilan sampel :
ü sampel
di ambil pada daerah masing – masing kelopok pratikum
ü untuk
setiap biota dan jenis manggrove yang di temukan di lakukan dokumentasi secara
visual menggunakan kamera digital
ü pengambilan
foto dengan memfoto bagian batang, akar, daun, buah, dan bunga manggrove
ü selanjutnya
dilakukan pengambilan foto biota asosiasi yang hidup di sekitar vegetasi
manggrove
ü selanjutnya
sampel yang di dapat di lakukan pengklasifikasian, morfologi, habitat, analisis
penyebaran, dan bagaimana kondisi sampel sampai saat ini di daerah penyebaran.
2.2 hasil
dan pembahasan pratikum
2.2.1
jenis – jenis vegetasi manggrove
jenis – jenis
vegetasi manggrove yang di temukan pada lokasi pratikum adalah :
1. Rhizophora
apiculata
|
BUAH
|
|
DAUN
|
|
AKAR
|
Kingdom
|
Plantae
|
Divisi
|
Magnoliophyta
|
Kelas
|
Magnoliopsida
|
Sub
Kelas
|
Rosidae
|
Ordo
|
Myrtales
|
Famili
|
|
Genus
|
Rhizophora
|
Spesies
|
Rhizophora
apiculata
|
Substrat
: Tanah Berlumpur
2. Xylocarpus granatum
|
BUAH
|
|
DAUN & BUNGA
|
|
AKAR
|
Kingdom
|
Plantae
|
Divisi
|
Magnoliophyta
|
Kelas
|
Magnoliopsida
|
Sub
Kelas
|
Rosidae
|
Ordo
|
Sapindales
|
Famili
|
|
Genus
|
|
Spesies
|
Xylocarpus
granatum
|
Substrat
: Tanah Berlumpur
3. Lumnitzera littorea
|
DAUN
|
|
BUAH
|
|
BUNGA
|
Kingdom
|
Plantae
|
Divisi
|
-
|
Kelas
|
-
|
Sub
Kelas
|
-
|
Ordo
|
Myrtales
|
Famili
|
combretaceae
|
Genus
|
Lumnitzera
|
Spesies
|
Lumnitzera littorea
|
Substrat : Tanah
Berlumpur
2.2.2
jenis – jenis fauna
asosiasi manggrove
1.
Jenis biota
|
Ciri - ciri
|
substrat
|
Ikan
|
ü
kebanyakan ikan – ikan kecil
ü
warna tubuh agak gelap
|
Air berlumpur
|
2.
Jenis biota
|
Ciri - ciri
|
substrat
|
Mollusca
|
ü
tubuh bercangkang
ü
warna abu – abu gelap
|
Lumpur
|
3.
Jenis biota
|
Ciri - ciri
|
substrat
|
Mollusca
(siput)
|
ü
tubuh bulat panjang
ü
warna tubuh agak gelap
|
Lumpur
berair
|
4.
Jenis biota
|
Ciri - ciri
|
substrat
|
Bivalvia
|
ü
memiliki cangkang keras
ü
menempel pada akar manggrove
|
Lumpur
|
5.
Jenis biota
|
Ciri – ciri
|
substrat
|
Kepiting
|
ü
hidup di daerah manggrove berlumpur
ü
memiliki warna cangkang beragam mulai
dari hitam, hijau kecoklatan, dan coklat hitam
|
Air berLumpur
|
BAB
III
KESIMPULAN DAN SARAN
3.1
Kesimpulan
Dari pratikum yang di lakukan maka dapat
kita tarik kesimpulan bahwa jenis vegetasi yang mendominasi wilayah kelurahan
kampung bugis kota tanjungpinang kepulauan riau adalah :
1. Rhizophora
apiculata
2. Xylocarpus
granatum
3. Lumnitzera littorea
sedangkan
untuk jenis biota asosiasinya adalah :
1. Ikan
– ikan kecil
2. Mollusca
3. Bivalvia
3.2
Saran
Didalam hasil yang di dapat pada pratikum
ini pratikan menyarankan agar masyarakat yang tinggal di daerah sekitar
ekosistem manggrove agar dapat lebih menjaga lagi pohon – pohon manggrove yang
hidup di sana dengan tidak menebangi pohon – pohon tersebut untuk kepentingan
individual, serta agar lebih dapat lagi menjaga kebersihan daerah di sekitar
manggrove dengan tidak membuang sampah rumah tangga ke daerah manggrove yang
dapat mengakibatkan buruknya kualitas perairan di sana.
DAFTAR PUSTAKA
Bibliography
Susana, Tengku Said Raza’i,
Winny Retna Melani. (2013). strukter vegetasi manggrove di sungai ladi
kelurahan kampung bugis kecamatan tanjungpinang kota provinsi kepulauan riau.
jurnal umrah, 2.
Yus Rusila Noor, M. K.
(2012). panduan pengenalan manggrove di indonesia. bogor: Wetlands
International – Indonesia Programme.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar