DASAR
– DASAR MIKROBIOLOGI
FILUM
Sarcomastigophora
OKY
FERNANDO PUTRA
130254241017

FAKULTAS
ILMU KELAUTAN DAN PERIKANAN
UNIVERSITAS
MARITIM RAJA ALI HAJI
TANJUNGPINANG
– 2015
Sarcomastigophora
merupakan sub filum dari protozoa yang diklasifikasikan berbeda dari yang lain
dikarenakan alat geraknya yaitu pseudopodia dan atau flagella. Alat gerak organel
berupa pseudopodia atau flagella dan dapat keduanya. Nukleusnya memiliki 1 inti
atau lebih akan tetapi monomorfik (sama ukurannya).
Kemudian,
Subfilum mastigophora diklasifikasikan dalam 3 kelas yaitu :
1.
Kelas Mastigophora atau Flagellata
cirri – cirri umum
Memiliki pelikel, alat gerak protozoa ini berupa satu flagella
atau lebih. Contoh hewan protozoa dari kelas ini adalah Euglena, Noctiluca,
Trypanosoma (hewan protozoa darah).
Habitat
Air
merupakan faktor penting keberaan Flagellata selain ketersediaan makanan, pH
dan suhu. Flagellata dapat ditemukan di lingkungan air tawar, di danau, sungai,
kolam, atau genangan air, misalnya Euglenoida dan Volvocida,maupun
air laut, misalnya Dinoflagellata.
Spesies zooflagellata sebagian besar bersifat parasit, namun adapula yang
bersimbiosis dengan organisme lain, misalnya Myxotrica didalam usus rayap.
Makanan
Untuk yang jenis tumbuhan Bersifat holofitrik karena memiliki
kloroplas yang mengandung klorofil, sehingga dapat membuat makanannya sendiri
dengan cara melakukan fotosintesis. Bersifat holozoik yaitu dengan cara
memasukkan makanannnya yang berupa organisme berukuran lebih kecil melalui
sitofaring menuju vakuola dan ditempat inilah makanan dicerna. Sedangkan untuk
yang hewan Makannya berupa zat organik yang
diperoleh dari lingkungannya.
Morfologi
Bentuk tubuh Flagellata
sangat beragam, ada yang berbentuk lonjong, menyerupai bola, memanjang, dan
polimorfik (memiliki berbagai bentuk morfologi). Hidup secara soliter dan ada
yang berkoloni. Fitoflagellata mempunyai tubuh yang diselubungi oleh
membrane selulosa, misalnya volvox. ada pula yang memiliki lapisan pelikel,
misalnya euglena. pelikel adalah lapisan luar yang terbentuk dari selaput
plasma yang mengandung protein. Bentuk tubuh zooflagelata mirip dengan sel
leher porifera. Zooflagelata mempunyai flagel yang berfungsi untuk menghasilkan
aliran air dengan menggoyangkan flagel. Selain itu, flagella juga berfungsi
sebagai alat gerak.
Koloni Volvox dapat
terdiri dari ribuan sel dan diselubungi oleh membrane selulosa. Salah satu
spesies Fitoflagellata yang mudah ditemukan dan diamati morfologinya
yaitu Euglena viridis. Euglena viridis berbentuk
seperti gelendong dengan bagian anterior tubuh tumpul dan bagian posterior
meruncing. Struktur tubuh Euglenaviridis terlindungi oleh
pelikel dan dilengkapi dengan satu flagel yang terletak dibagian anterior.
Flagel berfungsi sebagai alat gerak untuk berpindah tempat dan berfungsi untuk
mengumpulkan makanan. Pada ujung anterior tubuh juga terdapat celah sempit yang
memanjang ke arah posterior dan melebar membentuk kantong cadangan atau
reservoir.
Reproduksi
Pada Flagellata ada 2 macam, yaitu vegetatif
dan generatif. Reproduksi vegetatif dengan cara pembelahan biner secara
longitudinal, misalnya pada Euglena. Reproduksi generatif terjadi karena persatuan antara ovum dan
spermatozoid, misalnya pada Volvox. Reproduksi secara
generatif berfungsi untuk memperkaya variasi genetik, sehingga menghasilkan
individu mutan yang lebih tahan terhadap kondisi lingkungan. Pada Volvox terdapat
koloni jantan yang menghasilkan sperma dan koloni betina yang menghasilkan
ovum, namun ada juga koloni yang bersifat hermafrodit yang dapat menghasilkan
sperma serta ovum. Meskipun koloni yang bersifat hermafrodit dapat menghasilkan
sperma dan ovum dalam satu koloni, kematangan sperma dan ovum tidak pada saat
yang bersamaan, sehingga tidak dapat terjadi pembuahan diri. Ovum dihasilkan
oleh oogonium, sedangkan Volvoxjantan menghasilkan spermatozoid
oleh spermatogonium. Setelah terjadi fertilisasi akan menghasilkan zigot, zigot
akan menghasilkan empat spora, yang kemudian akan menjadi individu baru.
2.
Kelas Sarcodina atau Rhizopod
Cirri – cirri umum
memiliki tubuh yang
amoeboid dengan pelikel berlapis. Alat gerak protozoa ini berupa pseudopodia.
Alat gerak pseudopodia terbagi tiga yaitu lobopodia, filopodia, atau
retuculopodia.
Habitat
Rhizopoda pada umumnya hidup
bebas di alam, namun ada pula yang hidup sebagai parasit di tubuh hewan dan
manusia. Rhizopoda yang hidup parasit dapat menyebabkan penyakit. Rhizopoda
yang hidup bebas di alam dapat ditemukan di air laut, air tawar, tanah yang
basah, atau tempat yang berair dan lembap. Beberapa Rhizopoda dapat membentuk
kista bila kondisi lingkungan memburuk, misalnya Amoeba sp.
Berdasarkan tempat hidupnya Amoeba dibedakan menjadi :
a. Ektamoeba
hidup di luar tubuh organisme (hidup bebas). Misalnya Amoeba
proteus
b. Entamoeba
hidup di dalam organisme , misalnya manusia: contohnya Entamoeba
histolityca, yang hidup di dalam usus halus manusia, bersifat parasit dan
menyebabkan penyakit perut (Disentri). Entamoeba coli, hidup dalam colon (usus
besar manusia). Amoeba ini tidak bersifat parasit , tetapi kadang-kadang dapat
menyebabkan buang air besar terus-menerus. Entamoeba ginggivalis, hidup dalam
rongga mulut dan menguraikan sisa-sisa makanan, sehingga merusak gigi dan gusi.
Makanan
Hewan protozoa ini
makan secara holozoik (memakan mikroorganisme ) atau saprozoik (mengambil
makanan dari zat-zat makhluk hidup yang mati dan membusuk). Contoh hewan ini
adalah Amoeba, Entamoeba dan Actinohrys. Entamoeba merupakan protozoa usus yang
menyebabkan banyak penyakit usus pada manusia tergantung spesiesnya.
Morfologi
Bentuk sel Rhizopoda terutama
yang telanjang (tidak bercangkang) tampak selalu berubah-ubah, misalnya padaAmoeba. Sitoplasma di
dalam sel Amoeba dapat dibedakan menjadi ektoplasma (plasma bagian luar) dan endoplasma(plasma
bagian dalam). Ektoplasma bersifat lebih kental daripada endoplasma. Di dalam
sitoplasma terdapat inti sel, vakuola makanan, vakuola kontraktil, dan organel
sel eukariotik lainnya. Sitoplasma dikelilingi oleh membran plasma yang
berfungsi sebagai pelindung isi sel, mengatur keluar masuknya suatu zat,
sebagai tempat pertukaran udara, dan reseptor rangsangan.
a)
Membrane sel atau membrane plasma
Membrane sel disebut juga plasmalema dan berfungsi melindungi
protoplasma.Sitoplasma dibedakan atas ekstoplasma dan endoplasma. Ektoplasma
merupakan lapisan luar sitoplasma yang letaknya berdekatan dengan membrane
plasma dan umumnya ektoplasma merupakan bagian dalam plasma, umumnya
bergranula. Didalam endoplasma terdapat 1 inti, 1 vakuola kontraktil, dan
beberapa vakuola makanan.
b)
Inti sel (nucleus)
Berfungsi mengatur seluruh kegiatan yang berlangsung didalam
sel.
c)
Rongga berdenyut (Vakuola Kontraktil)
Berfungsi sebagai organ ekskresi sisa makanan. Vakuola kntraktil
juga menjaga agar tekanan osmosis sel selalu lebih tinggi dari tekanan osmosis
disekitarnya.
d)
Rongga makanan (vakuola makanan )
Berfungsi sebagai alat pencernaan. Makanan yang tidak dicernakan
akan dikleuarkan melalui rongga berdenyut.
Reproduksi
Rhizopoda
hanya bereproduksi secara aseksual, sedangkan reproduksi secara seksual tidak
diketahui. Rhizopoda bereproduksi secara aseksual melalui berbagai mekanisme
pembelahan sel yang mengarah ke pembelahan mitosis. Namun, tahap-tahap mitosis
tidak tampak dengan jelas. Contohnya, pada proses pembelahan sel terbentuk
benang-benang spindel, tetapi membran inti tidak pernah menghilang selama
proses pembelahan. Pembelahan sel diawali dengan pembelahan inti, selanjutnya
membran plasma semakin melekuk ke arah dalam hingga terbentuk dua sel anakan.
3.
Kelas Opalinata.
Cirri – cirri umum
Klasifikasi kelas ini
berdasarkan adanya silia seperti flagella pada seluruh tubuhnya, berinti 2 atau
lebih tetapi tetap berukuran sama dan merupakan protozoa parasit pada usus
katak dan kodok. Contoh hewan protozoa ini adalah Opalina, Zelleriella.
Habitat
Habitat menghuni usus amfibi
(misalnya, salamander, kadal air) dan beberapa reptil dan ikan.
Makanan
Umumnya Opalinida hidup berkomensalisme didalam
sistem pencernaan amfibi atau ikan.
Morfologi
Spesies
ini berbentuk pelikel, lonjong, pipih, dengan silia, dan tidak mempunyai
sitostom, dan vakuola kontraktil. . Di dalam sitoplasma ditemukan banyak nuklei
yang berukuran sama. Spesies ini menyerap makanan dari tubuh inangnya.
Reproduksi
Reproduksi
seksual dengan konjugasi sebagai ajang pertukaran material genetik dari dua
individu. Sedangkan reproduksi aseksualnya dengan pembelahan biner, yakni
mitosis makronukleus dan diikuti dengan pembelahan sel.